Semakin Berpendidikan Semakin Dekat Tuhan

[3:18] Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana..

[29:43] Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. [35:19] Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat.

Pendidikan untuk Semua Golongan

Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-menganal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal”. (QS: Al-Hujuraat 13).

Pendidikan Menaikkan Derajat

“Dan apabila dikatakan: ‘Berdilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang –orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS: Al-Mujadilah 11).

Pendidikan Harus Meningkat

“Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”. (QS : Thaahaa 114).

Pendidikan Membuka Mata

“[11:24] Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya?. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)?.

Instagram Twitter  Facebook 

Friday, January 15, 2016

Andri SM Daulay : Saya adalah orang yang selalu berusaha mengalahkan diri sendiri

“Apabila ditanya tentang siapa saya, maka biasanya saya menjawab, Saya adalah orang yang selalu berusaha mengalahkan diri sendiri”, demikian secara singkat untuk menggambarkan sosok bapak Andri SM Daulay, saat mengisi materi Life Skills di SMA Lazuardi GIS Depok, Rabu (12/1/2016).


Tidak seperti biasanya performance Life Skills ditampilkan diawal, dengan lead guitars Achmad Zidane As Syauqi dari kelas 11 IPA 1 dan tandem vokalis-nya Muhammad Arkan Kuswijayanto juga dari kelas yang sama. Mereka membawakan lagu Love Yourself dari Justin Bieber.

Setelah itu acara inti Life Skills dimulai dengan pemaparan perjalanan kisah sukses bapak Motivator kita, Andri SM Daulay, “Saat muda adalah saat banyak mimpi yang ingin dicapai, membahagiakan orang tua, keluarga dan saudara-saudara terdekat.”, ungkapnya dengan antusias.




Beliau lahir dan besar di kota Medan, yang kata banyak orang adalah Pusat Kota Melayu, sebuah kota yang Multi Etnis, karena disana berkumpul etnis Melayu, Karo, Tapanuli Selatan, Tapanuli tengah, Toba, Simalungun, Dairi, Nias, Jawa, Aceh, Minang, India, Tiongkok dan Arab. Namun beliau merasa, walaupun tinggal di kota yang Multi Etnis, yang harusnya bisa membuat pribadinya menjadi lebih fleksibel ternyata tidak.

Tetapi semua itu berubah setelah beliau bertemu dengan guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Medan, “dulu saya tidak suka dengan pelajaran Bahasa Inggris, tapi di SMA saya ketemu guru Bahasa Inggris yang ok…” tandas beliau yang saat masih sekolah senang dengan kegiatan OSIS, Pramuka, PHBI, dan nge-Band. Dengan pembawaan dan metode pembelajarannya yang sangat menginspirasi, akhirnya Andri SM Daulay remaja tertarik dengan bahasa Inggris bahkan setelah itu meminta kepada orang tuanya untuk les Bahasa Inggris.

Dengan bahasa Inggris yang mumpuni akhirnya muncul kepercayaan diri dari seorang Andri SM Daulay dan membuatnya lebih fleksibel dalam bergaul dan bertutur kata.  “Bahkan kini banyak yang salah sangka dengan asal daerah saya, karena logat bataknya sudah tidak nampak kecuali dimunculkan secara sengaja.” tambah beliau yang merupakan lulusan Universitas Andalas-Padang Sumatera Barat, jurusan Ekonomi untuk gelar sarjananya dan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk gelar Magister Managementnya.




Dengan pembawaannya yang menyenangkan, ringan dan banyak mengundang gelak tawa, peserta Life Skills dapat mengambil kiat-kiat sukses seorang Andri SM Daulay. Sukses itu menurut beliau yang pertama, memiliki Kompetensi yang tinggi agar kemampuannya diakui oleh banyak orang. Kedua, harus bisa berkomunikasi dengan baik, untuk bisa menyampaikan gagasan dan keinginan yang dimiliki. Ketiga, kemampuan memanage Self Talk dengan efektif, agar karakter yang muncul bersamaan dengan alam bawah terkontrol dengan baik. Abd/RJK

Tuesday, December 08, 2015

LazNews November 2015



Dapat pula didownload tulisan lengkapnya Disini

Thursday, November 12, 2015

Subiakto Priosoedarsono : “Segala sesuatu berawal dari ide”

Foto 1, Subiakto Priosoedarsono

"Perkenalkan nama saya Subiakto Priosoedarsono. Saya berprofesi sebagai Brand Builder sejak tahun 1969 sampai sekarang. jadi saya sudah menggeluti bidang ini sudah hampir 46 tahun” demikian kata Bapak Subiakto saat mulai mengisi materi Life Skills kepada para siswa SMA Lazuardi GIS di Depok, Selasa (10/11/2015).

Sebelum acara Life Skills dilanjutkan kembali, ada performance dari siswa kelas 11 Social, yang dibawakan oleh Mahdi Bilfaqih (guitar), Deandra Diffa Aisyah (guitar), dan Thahirah Atika Putri sebagai vokalisnya, membawakan lagu Tears in Heaven – dari Eric Clapton.
Foto 2, Performance Siswa SMA Lazuardi GIS

Pak Subiakto, pakar Branding di Indonesia, sempat merasakan kebingungan saat mau memulai acara Talk Show Life Skills karena audience-nya adalah siswa/i SMA. Setelah menyaksikan performance Pak Subiakto menjelaskan hubungan Brand dengan Produk, “Brand itu seperti puncak gunung es, yang muncul kepermukaan adalah logo, slogan, Merk, atau pun produk. Dan dibawahnya ada team kreatif yang bekerja untuk membangun Brand tersebut eksis dan terkenal” tegasnya, yang pernah mengecap kuliah di ITB dan Sekolah Tinggi Seni Rupa Jakarta yang merupakan cabang dari IKIP Rawamangun, Jakarta.

Beliaupun menjelaskan sejarah dirinya yang cukup lama bergelut dibidang Branding, dan istilah Branding menurutnya baru muncul pada awal tahun 2000-an, karena sebelumnya tidak ada. Dan Branding bukan hanya sekedar logo, Iklan, Slogan, Packaging, Display, Pameran, hadiah, ataupun bonus tapi Brand adalah ikatan emosi antara produk anda dan konsumen. dan itu sangat penting dikembangkan di Indonesia, karena “Indonesia adalah masyarakat yang sloganistik”, tutur bapak Subiakto, Pakar Branding yang banyak melahirkan slogan-slogan iklan terkenal seperti Ligna “Kalau Sudah Duduk, Lupa Berdiri”, Polytron “The Winning Theme”, Digitec “Memang Moi”, Engran “Sarapan Kedua”, Kopi Gelatik, KingKong Obat Nyamuk “Kingkong Lo Lawan”, Mayora Permen Kopiko “Gantinya Ngopi”.

Saat ada siswa yang bertanya tentang ide-ide keatif bapak Subiakto, beliau menjawab dengan enteng, “Segala sesuatu berawal dari ide” dan beliau menjelaskan lebih jauh bahwa ide itu lahir dari pengalaman. selain pengalaman juga harus diimbangi dengan research dan referensi yang aplikatif agar Branding yang dibuat bisa komunikatif, ujar beliau yang pernah menjabat sebagai Campaign Director, Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode tahun 2004-2009 dengan tagline “Bersama Kita Bisa”.

Tepuk tangan meriah utk Pak Subiakto dari siswa2 SMA Lazuardi setelah mereka tahu bahwa Pak Subiakto adalah yg menciptakan Permen KOPIKO. “ide KOPIKO sebenernya dari bahasa madura yang suka menyebut kopi dengan PIKOPI dek, tapi saya takut kualat dengan orang madura, maka dirubah menjadi KOPIKO”
Foto 3, Terima Kasih Pak Subiakto

Terakhir bapak Subiakto yang saat ini masih aktif menjabat di Ketua Perkumpulan RumahUKM, Chairman PT. Brand In Action (d’Brand) dan juga Direktur Utama PT. Hotlinetama Sarana (Hotline Advertising), mengajak kepada seleuruh peserta Life Skills SMA Lazuardi GIS untuk selalu kreatif dan berorientasi ke masa depan, karena menurutnya, “Indonesia bisa maju kalau mentalnya sudah dirubah, tidak selalu menganggap orang Arab itu suci, Orang bule itu pinter, orang Cina itu kaya”. Maksudnya adalah hambatan-hambatan yang sifatnya internal kadang itu faktor penentu susahnya bangsa Indonesia untuk maju, padahal secara kemampuan dan potensi bangsa Indonesia tidak kalah dengan SDM dari luar negeri. Abd/RJK

Wednesday, November 11, 2015

Peace-maker Conference 2015

Mulai 27 hingga 31 oktober 2015 kami mendapat undangan untuk berpartisipasi dalam peace-maker conference di Singapore. Peace-maker conference adalah konferensi yang diinisiasi oleh gabungan pengacara negara (State Court) di Singapore. Chairman-nya adalah Aloysius Goh yang pada 2014 lalu menjadi Outstanding Lawyer dalam Open Category di State Court. Konferensi ini bertujuan agar semua siswa menjadi duta perdamaian di sekolah dan juga dimana ia tinggal.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Singapore adalah salah satu negara yang terdepan dalam bidang science. Menurut sumber dari sebuah forum di kaskus.co.id yang berjudul ‘Ranking sistem pendidikan di Dunia tahun 2015’ Singapore menduduki peringkat pertama dari 72 negara yang telah di teliti menggunakan teknik PISA. PISA sendiri adalah Program for International Student Assessment, yaitu penilaian tingkat dunia yang diselenggarakan tiga-tahunan, untuk menguji performa akademis anak-anak sekolah yang berusia 15 tahun, dan penyelenggaraannya dilaksanakan oleh OECD. Tujuan dari studi PISA adalah untuk menguji dan membandingkan prestasi anak-anak sekolah di seluruh dunia, dengan maksud untuk meningkatkan metode-metode pendidikan dan hasil-hasilnya. Finlandia, yang selama 14 tahun terakhir selalu menjadi peringkat pertama harus tergeser menjadi peringkat 6. Indonesia? Sepertinya kita harus kerja keras menyusul perolehan nilai Singapore atau bahkan Vietnam yang ada di peringkat 11. Indonesia berada diperingkat 69. Hanya lebih baik dari Botswana (ada yang yang pernah dengar nama negaranya?) yang ada di peringkat 70. Miris bukan!

Selama konferensi yang berlangsung 3 hari, siswa diajarkan banyak hal. Misalnya bagaimana menyelesaikan sebuah konflik, baik konflik dirumah antar kakak-adik, antar teman, atau bahkan antar tetangga. Selain itu juga ada materi tentang bagaimana meredam emosi, materi tentang bagaimana menjadi seorang mediator yang baik, tugas-tugas mediasi dan bagaimana menyelesaikan masalah menjadi win-win solution. Abdul Hafiidh dan Aszahra Bremi merasakan sekali manfaat dari kegiatan ini. Mereka mengatakan bahwa setelah mengikuti kegiatan ini mereka menjadi seseorang yang lebih bijak dalam menghadapi permasalahan dan mempermudah dalam sosialisasi dan menghilangkan rasa canggung dalam berkomunikasi dengan orang lain. Berbeda dengan Abdul Hafiidh, Aszahra mengatakan bahwa manfaat mengikuti konferensi ini baginya adalah menjadi semakin paham bagaimana cara menyelesaikan masalah, karena sebelumnya ia sedikit cuek terhadap sebuah masalah. Selain itu juga menjadi lebih sabar dalam menangani orang yang berkonflik, semakin bisa mengenal karakter dan kebiasaan orang lain , serta tentu saja menambah teman baru.

Alhmdulillah, dari lima kategori yang dilombakan di peace-maker conference, SMA Lazuardi menyabet 4 kategori yaitu outstanding participant atas nama Thalianabila, best group atas nama Abdul Hafiidh, Aszahra Bremi, M. Dhaffa, Alif Bagus, dan Dwiyasni Mauriquemas. Bahkan dua nama terakhir juga menjadi the best mediator di acara peace-maker. Selain itu, SMA Lazuardi menjadi the best school juga mengalahkan 4 sekolah lain yang berasal dari Singapore seperti Yinshun Town Socondary School (tuan rumah) dan Commenwealth School.

Hal ini patut kita banggakan, bahwa ternyata pelajar Indonesia juga bisa lebih unggul dari pelajar Singapore yang katanya menduduki peringkat 1 untuk sistem pendidikannya . Bagaimana menurut Anda?

Wednesday, October 07, 2015

Faza Meonk : "Kita Harus Punya Ikon Baru untuk Menggantikan Era Si Unyil dan Si Komo"

Faza Ibnu Ubaydillah Salman, atau yang lebih dikenal dengan nama Faza Meonk, adalah seorang visual entertainer–ia lebih suka disebut demikian daripada disebut komikus–yang melahirkan karakter fiksi terkenal: si Juki. Dan Si Juki sedang dikembangkan untuk menjadi sebuah ikon di Indonesia. Faza menyatakan bahwa terakhir kali Indonesia mempunyai ikon adalah pada masa si Unyil dan si Komo. ”Memang si Unyil sebuah ikon yang bagus, tetapi itu sudah lama. Harus ada semacam regenerasi seperti Malaysia yang sekarang mempunyai Upin dan Ipin,” katanya saat mengisi materi Life Skills kepada para siswa SMA Lazuardi GIS di Depok, Selasa (6/10/2015).

Saat ini Indonesia ikon nya sudah hilang, dulu kita punya Si Unyil dan Si Komo tapi anak-anak sekarang sudah lupa dan digantikan oleh Doraemon, Sinchan ikon dari Jepang atau ikon dari Amerika Serikat seperti Spiderman, Superman atau superhero yang lainnya. Dan Juki menawarkan alternatif dan semoga bisa diterima oleh anak-anak Indonesia, karena jalan ceritanya mengambil dari keseharian anak-anak Indonesia, tentang sekolah ataupun kenakalan-kenakalan khas anak Indonesia.

Life Skills minggu ini terasa berbeda karena MC dibawakan oleh siswa, yaitu Ali Reza dan Chaidar,  yang biasanya dibuka oleh perwakilan guru. Secara bergantian mereka tandem sahut menyahut memanage acara, mengomentari dan menanyakan baik kepada narasumber maupun kepada audience.Sehingga acara Life Skills pun jadi lebih hidup dan penuh gelak tawa.

Dengan teknik yang seperti sedang diskusi dan wawancara Kak Faza, menjelaskan sejarah awalnya dia terjun sebagai komikus lalu menjadi visual entertainer.  “Saya bukan hanya seorang komikus tapi juga visual entertainer yang bertujuan untuk menghibur banyak orang tidak hanya dengan media komik saja, tapi semua media yang bisa digunakan untuk menghibur,” tambah Faza Meonk bekas jebolan Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta, Fakultas Desain Komunikasi Visual.

Saat ada siswa bertanya bagaimana proses kreatif seorang Faza dalam membuat komik dan melancarkan ide-ide ceritanya. Kak Faza menjelaskan bahwa kita harus membuat cerita dulu baru buat animasinya dan untuk bisa mengalirkan ide-ide kreatif biar tidak mandek, maka kita harus sering keluar dari rutinitas, “itu bisa bikin saya fresh, ngobrol ama tukang ojek, sama kernet atau sopir metromini, ngobrol dengan orang yang berbeda dengan teman-teman seprofesi dan yang lebih menginspirasi itu membaca referensi lebih banyak dan berbeda dari hobi dan kebiasaan kita.” tandasnya.

Sebelum acara Life Skills dimulai, ada performance dari siswa kelas 11, yang dibawakan oleh Ijlal (drum/cajon), Dyaz (guitar), Dhigan (Bass), Arsy (piano dan saxophone) dan Thalia sebagai vokalisnya, membawakan lagu Omen – dari band Disclosure. Maka untuk menutup acara pun mereka kembali pentas menyanyikan sebuah lagu lagi, This Love besutan dari Band Amerika, Maroon 5. Abd/RJK

Friday, October 02, 2015

LazNews September 2015


Download Tulisan Lengkapnya di sini

Wednesday, September 30, 2015

Haekal Husein : "Komunikasi yang Baik adalah Apabila Kita Telah Berhasil Mengikat Hubungan Antar Sesama Manusia"

Tak kenal maka tak sayang, dapat diartikan, kita tidak akan bisa saling sayang-menyayangi bila tak kenal satu dengan yang lain. Untuk bisa saling kenal maka diperlukan komunikasi yang baik dan intens, “Komunikasi yang baik adalah apabila kita telah berhasil mengikat hubungan antar sesama manusia (a science of community ) dan memperluas wawasan individual kita,” demikian ucap Ustadz Haekal, Wakil Kepala Sekolah Bidang Keagamaaan di SMA Lazuardi GIS saat mengisi acara Apel Pagi, Senin (28/9/2015).

Lebih lanjut ustadz Haekal mengutip Martin Buber, seorang filsuf eksistensialisme asal austria, untuk menjelaskan komunikasi yang baik, ”Jadi ada pertemuan yang hanya sekedar pertemuan biasa saja, seperti bertemunya ibu dengan tukang sayur di pinggir jalan di depan rumahnya atau pertemuan kita dengan teman yang ada di kendaraan umum yang satu barisan kursi,” namun dalam komunikasi yang berkesan harus ada pertemuan yang melibatkan seluruh diri kita, seluruh pribadi kita, bukan pertemuan luar saja, tetapi pertemuan dengan seluruh pribadi kita. itulah komunikasi yang sesungguhnya, pertemuan yang bisa melakukan perubahan dalam diri bahwa orang yang berkomunikasi tersebut. “Dan Buber mengatakan pertemuan yang mengubah diri kita betapapun pendeknya adalah begegnung pertemuan yang selintas itu adalah vergegnung, boleh jadi ada suami istri yang selama ini pertemuannya adalah pertemuan vergegnung dan bukan pertemuan begegnung,” tambah Ustadz Haekal yang pernah menyelesaikan Pendidikan Strata 1-nya di Damascus University pada tahun 1998.

Disela-sela penjelasannya Ustadz Haekal menayangkan cuplikan-cuplikan video yang menggugah audiens Apel Pagi, salah satunya adalah cuplikan video petinju legenderis, Muhammad Ali. Figur ini sengaja ditayangkan untuk memberikan teladan bagi kita semua tentang perjuangan seorang kulit hitam yang ingin diakui kehormatannya sebagai manusia. Petinju “bermulut besar” ini adalah seorang atlit yang intelektual, karena walaupun petinju, beliau selalu menyuarakan tentang persamaan dan kesetaraan antara kulit hitam dan kulit putih.

“Hal ini dilakukan Muhammad Ali karena beliau terinspirasi dengan keteladanan dan ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW,” lanjut Ustadz Haekal, yang selain sebagai guru Agama Islam di SMA Lazuardi GIS beliau juga aktif dalam pengajian-pengajian di sekitar tempat tinggalnya-, memberikan penjelasan. Menurut Rasulullah saw, kita disebut kafir kalau kita memerangi sesama kita, kalau kita saling memukul kuduk-kuduk kita. Dahulu, Rasulullah saw mendefinisikan orang yang tidak beriman sebagai orang yang tidak mendatangkan kedamaian kepada sesama manusia; atau orang yang tidak peduli dengan penderitaan sesamanya, yang tidur kenyang sementara tetangganya kelaparan di sampingnya;  atau orang yang suka memaki, melaknat, berkata kasar, dan menusuk hati sesama saudaranya. Rasulullah saw mendefinisikan kekafiran dan ketidakberimanan sebagai akhlak yang buruk.

Maka tidak ada jalan lain yang lebih indah dengan semua banyak perbedaan diantara seluruh umat manusia, kecuali Toleransi. Agar kita sebagai makhluk Tuhan di muka bumi ini bisa hidup aman dan damai tanpa ada friksi berdarah, sentimen rasis atau konflik ideologi berkepanjangan. hal ini sesuai dengan ajaran Islam yang “rahmatan lil ‘alamin”, kasih sayang untuk seluruh umat manusia, bukan “rahmatan lith-thai-ifiyyin” (yang kasih sayangnya hanya untuk kelompok kita saja).

Marilah kita gemakan pesan Allah dan Nabi ini kepada seluruh ummat manusia, dengan cara kita buktikan kasih sayang kita kepada sesama manusia untuk tidak menyakiti siapapun apapun mazhabnya dan apapun golongannya, apapun status ekonominya karena Allah telah memuliakan semuanya laqod karromna bani adama, marilah kita hidup dengan menebarkan kasih sayang dan saling perduli antara satu dengan yang lainnya. Abd/RJK

Wednesday, September 23, 2015

Prof. DR. Felix Oentoeng Soebagjo : "Kalau Ingin Menjadi Advokat, Jadilah Advokat yang Baik"


Foto 1 : Prof. DR. Felix Oentoeng Soebagjo
Kuliah dibidang hukum tidak melulu menjadi pengacara atau advokat. Kuliah di jurusan hukum banyak profesi yang bisa kita raih seperti jaksa, hakim, arbitrase, konsultan hukum, pengusaha, komisaris, direktur, bahkan menteri. Demikian antara lain pesan bapak Felix Oentoeng Soebagjo, Guru Besar Tetap dalam Ilmu Hukum Keperdataan pada Fakultas Hukum Universitas Indonesia, saat mengisi materi Life Skills kepada para siswa SMA Lazuardi GIS di Depok, Selasa (22/9/2015).

Profesi hukum di Indonesia adalah profesi yang rawan dengan suap dan sogok-menyogok. Bila kita ingin menekuni profesi ini maka ada beberapa pilihan yang bisa kita lakukan. “Kalau anda ingin bisa tidur nyenyak, pilihlah profesi konsultan hukum atau arbitrase, karena kalau anda memilih untuk jadi advokat, jaksa atau hakim, maka dapat dipastikan anda akan sulit tidur karena selalu dihantui mimpi-mimpi seram,” ucap pak Profesor Felix yang saat ini masih aktif menjadi Konsultan Hukum pada SOEBAGJO, JATIM, DJAROT sejak tahun 1988.

Foto 2 : walau pun Profesor gaya beliau selalu santai
Pria kelahiran Cilacap 13 Maret 1948 ini dan juga Alumnus magister School of Law University of California, Berkeley AS, mengajak kepada siswa/i SMA Lazuardi GIS agar nanti bila memilih menekuni profesi hukum agar selalu jadi menjadi yang terbaik, entah itu menjadi hakim, jaksa, atau konsultan hukum, “Kalau ingin menjadi advokat, jadilah advokat yang baik,” tambah bapak Profesor Felix.

Namun jangan salah kata pak Profesor Felix, “Kuliah di jurusan hukum bisa kok menjadi pengusaha, karena dalam mata kuliah hukum diajarkan juga hukum-hukum ekonomi dan perdagangan, hingga setiap mahasiswa memiliki dasar-dasar yang jelas bila ingin terjun dibidang bisnis,” ucap beliau yang  selain seorang akademisi juga banyak berkecimpung di bidang hukum ekonomi. Di Universitas Indonesia, ia mengajar Hukum tentang Surat Berharga, Organisasi Perusahaan, dan Tanggung Jawab Profesi.

Kiprahnya dan keterlibatannya dalam pembentukan peraturan perundang-undangan juga cukup banyak. Hingga sekarang ia masih tercatat sebagai anggota Panitia Penyusunan RUU tentang Pelaksanaan UU Perseroan Terbatas, anggota tim penyusun RPP tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, dan Pemisahan Perseroan; dan anggota Panitia Penyusun RPP tentang Tata Cara Pengajuan dan Pemakaian Nama Perseroan.

Berprofesi di bidang hukum, menurut bapak Profesor Felix lebih banyak sukanya, demikian jawaban beliau saat ada siswa yang menanyakan suka-dukanya menekuni profesi hukum. kalau pun ada dukanya, paling kita yang sudah berumah tangga merasa tidak nyaman bila harus pulang sampai malam atau terpaksa harus menginap dikantor.

Foto 3 : Terima kasih pak Profesor...
Pesan beliau yang lain pada siswa/i SMA Lazuardi GIS adalah bila kita sudah meniatkan untuk bergelut dibidang hukum, maka pilihlah universitas-universitas terbaik yang ada di Indonesia, “Bila negeri anda pilihlah UI, UGM, namun kalau swasta masuklah ke Parahyangan, Atmajaya, Pelita Harapan atau Tarumanegara,” kata Profesor Felix yang berhasil menyelesaikan gelar Doktornya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Foto 4 : Performance Siswa Life Skills SMA Lazuardi GIS
Tak terasa waktu berjalan cepat dan pemaparan serta tanya jawab bersama Bapak Profesor Felix akhirnya harus disudahi. Namun sebelum usai, ada performance dari siswa kelas 10, yang  menyanyikan lagu Stitches dari Shawn Mendez seorang penyanyi asal Kanada dan dibawakan manis oleh siswa/i SMA Lazuardi GIS, yaitu Nadiv dari kelas 10 IPS 1, Bagus dan Dunda dari kelas 10 IPA. Abd/RJK

Thursday, September 17, 2015

Incamp SMA LAZUARDI GIS 2015

InCamp 2015 kali ini berlangsung selama sekitar seminggu bertempat di wilayah Gunung Sindur, Jawa Barat. Kegiatan yang bertujuan menempa semangat juang hidup dalam suasana prihatin ini diharapkan bisa menumbuhkan rasa syukur dan empati terhadap sesama manusia yang kurang beruntung dari sisi ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

Berikut salah satu hasil video cuplikan foto-foto yang diliput pembina InCamp. Video selanjutnya ditunggu aja ya... - Ted.


Life Skills : Penanganan Medis Dasar Pertolongan Pertama

Foto 1 : Pak Hafiz menyampaikan materi Pertolongan Pertama (PP)
Pertolongan Pertama (PP) adalah pertolongan yang dilakukan segera kepada penderita sakit atau cedera yang memerlukan penanganan medis dasar. Dengan tujuan menyelamatkan jiwa penderita, mencegah cacat, serta memberi rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan.

“P3K – Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan adalah istilah yang umum kita dengar, namun sejak tahun 2006 istilah P3K dirubah menjadi PP – Pertolongan Pertama” demikian bapak Hafiz Alvian memulai materi Life Skills kepada para siswa SMA Lazuardi GIS di Depok, Selasa (16/9/2015). “karena pertolongan pertama tidak hanya diberikan kepada korban pada kecelakaan saja tapi diberikan kepada seluruh korban yang membutuhkan pertolongan pertama baik disebabkan faktor dari luar maupun dari dalam“ tambah pak Hafiz.
Foto 2 : Ibu Wulan mempraktekkan menolong orang pingsan

Pada kegiatan Life Skills kali ini SMA Lazuardi GIS memberikan pengetahuan dasar Pertolongan Pertama kepada para siswa, agar dalam keadaan darurat yang membutuhkan penanganan cepat, setiap siswa memiliki pengetahuan untuk bisa berpikir dan bertindak dengan baik dan tepat sasaran. Materi ini pun dibawakan dengan baik oleh Bapak Hafiz Alvian dan Ibu Wulan, secara bergantian.

Pelaku Pertolongan Pertama adalah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian, yang memiliki kemampuan medis dasar. Ibu Wulan menegaskan bahwa, ”Pemberian pertolongan pertama harus dipastikan tidak membahayakan penolong, orang lain dan orang yang ditolong,” hal ini sesuai dengan KUH Pidana Pasal 531.

Foto 3 : Kakak PMR sedang memberi demo Pertolongan Pertama
Untuk memudahkan dalam penerapan pengetahuan yang sudah diberikan oleh pemateri, bapak Hafiz  yang juga pernah jadi pelatih PMR MTs Negeri Parung dan menjadi relawan korban Situ Gintung tahun 2009 bersama KSR (Korps Sukarela) UIN,  membagi peserta Life Skills dalam beberapa kelompok.

Foto 4 : Pak Hafiz dan Kakak PMR sedang demo PP orang pingsan
Saat menjelaskan penanganan orang pingsan, ibu Wulan memberikan contoh yang dekat dan kerap muncul dalam kegiatan sekolah yaitu saat upacara bendera. Menurut Ibu Wulan yang pernah menjadi anggota PMI Semarang dan KSR UNDIP, Pingsan itu memiliki gejala-gejala yang harus diwaspadai, seperti Pusing, Mual, Berdebar debar, Sesak nafas, Berkeringat, Penglihatan kabur, Sensasi kesemutan pada tubuh, Pucat, Kepala terasa ringan, Sakit di dada kiri. Dan dalam penanganannya pun dibagi menjadi 2, yaitu penanganan untuk diri sendiri dan orang lain. Kalau diri kita sendiri yang akan pingsan maka yang harus diperhatikan adalah : Istirahat (bisa dengan duduk atau berbaring) pastikan tempat tersebut aman, cari tempat teduh (bila memungkinkan) dan terakhir meminta pertolongan kepada orang yang ada disekitar. Bila orang lain yang akan pingsan maka kita harus membawa ke tempat teduh, Istirahatkan, Longgarkan ikatan (ikat pinggang), Tinggikan kaki +/- 20cm, beri keleluasaan jangan dikerumuni, Hubungi fasilitas medis jika diperlukan.

Demikianlah secara teknis pak Hafiz dan bu Wulan menjelaskan materi yang lain, seperti Evakuasi, Sesak Nafas, Luka Bakar, Perdarahan, Luka Lecet/Gores/Tersayat dan Terkilir. Dengan bantuan dari kakak-kakak PMR yang ada dimasing-masing kelompok, praktek Pertolongan Pertama pada peserta Life Skills jadi lebih mudah dipahami.

Acara kemudian ditutup dengan performance dari perwakilan siswa/I SMA Lazuardi GIS yang dibawakan oleh Mahdi Bilfaqih memainkan piano dari Kelas 11 IPS, Fikri Janitra Adiyatama kelas 11 IPA2 yang memainkan Kanon dan Ahmad Zidane yang memetik Gitar. Mereka menyanyikan lagu “Yesterday” dari The Beatles, dan lagu “Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan” besutan Band lokal Indonesia Payung Teduh. Abd/RJK