Semakin Berpendidikan Semakin Dekat Tuhan

[3:18] Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana..

[29:43] Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. [35:19] Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat.

Pendidikan untuk Semua Golongan

Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-menganal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal”. (QS: Al-Hujuraat 13).

Pendidikan Menaikkan Derajat

“Dan apabila dikatakan: ‘Berdilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang –orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS: Al-Mujadilah 11).

Pendidikan Harus Meningkat

“Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”. (QS : Thaahaa 114).

Pendidikan Membuka Mata

“[11:24] Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya?. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)?.

Instagram Twitter  Facebook 
Showing posts with label Galeri Kegiatan. Show all posts
Showing posts with label Galeri Kegiatan. Show all posts

Friday, March 03, 2017

Coffee Morning Sma Lazuardi Gis Tentang Sholat

Jika Slide Tidak Terlihat dibesarkan dengan menekan tombol perbesar layar/ Full Screen. Untuk Download full file disini

Wednesday, November 11, 2015

Peace-maker Conference 2015

Mulai 27 hingga 31 oktober 2015 kami mendapat undangan untuk berpartisipasi dalam peace-maker conference di Singapore. Peace-maker conference adalah konferensi yang diinisiasi oleh gabungan pengacara negara (State Court) di Singapore. Chairman-nya adalah Aloysius Goh yang pada 2014 lalu menjadi Outstanding Lawyer dalam Open Category di State Court. Konferensi ini bertujuan agar semua siswa menjadi duta perdamaian di sekolah dan juga dimana ia tinggal.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Singapore adalah salah satu negara yang terdepan dalam bidang science. Menurut sumber dari sebuah forum di kaskus.co.id yang berjudul ‘Ranking sistem pendidikan di Dunia tahun 2015’ Singapore menduduki peringkat pertama dari 72 negara yang telah di teliti menggunakan teknik PISA. PISA sendiri adalah Program for International Student Assessment, yaitu penilaian tingkat dunia yang diselenggarakan tiga-tahunan, untuk menguji performa akademis anak-anak sekolah yang berusia 15 tahun, dan penyelenggaraannya dilaksanakan oleh OECD. Tujuan dari studi PISA adalah untuk menguji dan membandingkan prestasi anak-anak sekolah di seluruh dunia, dengan maksud untuk meningkatkan metode-metode pendidikan dan hasil-hasilnya. Finlandia, yang selama 14 tahun terakhir selalu menjadi peringkat pertama harus tergeser menjadi peringkat 6. Indonesia? Sepertinya kita harus kerja keras menyusul perolehan nilai Singapore atau bahkan Vietnam yang ada di peringkat 11. Indonesia berada diperingkat 69. Hanya lebih baik dari Botswana (ada yang yang pernah dengar nama negaranya?) yang ada di peringkat 70. Miris bukan!

Selama konferensi yang berlangsung 3 hari, siswa diajarkan banyak hal. Misalnya bagaimana menyelesaikan sebuah konflik, baik konflik dirumah antar kakak-adik, antar teman, atau bahkan antar tetangga. Selain itu juga ada materi tentang bagaimana meredam emosi, materi tentang bagaimana menjadi seorang mediator yang baik, tugas-tugas mediasi dan bagaimana menyelesaikan masalah menjadi win-win solution. Abdul Hafiidh dan Aszahra Bremi merasakan sekali manfaat dari kegiatan ini. Mereka mengatakan bahwa setelah mengikuti kegiatan ini mereka menjadi seseorang yang lebih bijak dalam menghadapi permasalahan dan mempermudah dalam sosialisasi dan menghilangkan rasa canggung dalam berkomunikasi dengan orang lain. Berbeda dengan Abdul Hafiidh, Aszahra mengatakan bahwa manfaat mengikuti konferensi ini baginya adalah menjadi semakin paham bagaimana cara menyelesaikan masalah, karena sebelumnya ia sedikit cuek terhadap sebuah masalah. Selain itu juga menjadi lebih sabar dalam menangani orang yang berkonflik, semakin bisa mengenal karakter dan kebiasaan orang lain , serta tentu saja menambah teman baru.

Alhmdulillah, dari lima kategori yang dilombakan di peace-maker conference, SMA Lazuardi menyabet 4 kategori yaitu outstanding participant atas nama Thalianabila, best group atas nama Abdul Hafiidh, Aszahra Bremi, M. Dhaffa, Alif Bagus, dan Dwiyasni Mauriquemas. Bahkan dua nama terakhir juga menjadi the best mediator di acara peace-maker. Selain itu, SMA Lazuardi menjadi the best school juga mengalahkan 4 sekolah lain yang berasal dari Singapore seperti Yinshun Town Socondary School (tuan rumah) dan Commenwealth School.

Hal ini patut kita banggakan, bahwa ternyata pelajar Indonesia juga bisa lebih unggul dari pelajar Singapore yang katanya menduduki peringkat 1 untuk sistem pendidikannya . Bagaimana menurut Anda?

Thursday, September 17, 2015

Incamp SMA LAZUARDI GIS 2015

InCamp 2015 kali ini berlangsung selama sekitar seminggu bertempat di wilayah Gunung Sindur, Jawa Barat. Kegiatan yang bertujuan menempa semangat juang hidup dalam suasana prihatin ini diharapkan bisa menumbuhkan rasa syukur dan empati terhadap sesama manusia yang kurang beruntung dari sisi ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

Berikut salah satu hasil video cuplikan foto-foto yang diliput pembina InCamp. Video selanjutnya ditunggu aja ya... - Ted.


Thursday, November 06, 2014