Semakin Berpendidikan Semakin Dekat Tuhan

[3:18] Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana..

[29:43] Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. [35:19] Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat.

Pendidikan untuk Semua Golongan

Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-menganal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal”. (QS: Al-Hujuraat 13).

Pendidikan Menaikkan Derajat

“Dan apabila dikatakan: ‘Berdilah kamu’, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang –orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS: Al-Mujadilah 11).

Pendidikan Harus Meningkat

“Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”. (QS : Thaahaa 114).

Pendidikan Membuka Mata

“[11:24] Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya?. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)?.

Instagram Twitter  Facebook 

Thursday, February 04, 2016

Monday, February 01, 2016

Andri Rizki Putra : Perubahan pola pikir dimulai dari pendidikan

“Indonesia adalah pasar potensial bagi negara ASEAN lainnya”, ungkap Andri Rizki Putra, pendiri dari Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), sebuah yayasan berbasis swadaya masyarakat untuk mereka yang putus sekolah dan ingin melanjutkan pendidikannya tanpa batas usia, dan pekerjaan secara gratis untuk siapa pun. ”Sudahkah kita siap menjelang MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)”, tanyanya saat mengisi materi Life Skills di SMA Lazuardi GIS Depok, Rabu (18/1/2016).

Dengan penampilannya yang masih muda, tampan dan energik, Motivator muda kita ini tidak susah untuk menarik perhatian peserta Life Skills, sehingga penjelasan-penjelasannya yang lugas dapat diterima dengan baik. Dimulai dengan tantangan kedepan yang semakin kompetitif, Rizki mengajak setiap orang untuk peduli dengan pendidikan dan menurutnya, Pendidikan Indonesia masih rendah, hal ini bisa dilihat dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang masih rendah, hingga kualifikasi tenaga kerja Indonesia yang pergi ke luar negeri pun sebagian besar hanya jadi asisten rumah tangga dan tenaga kasar lainnya.

Untuk meyakinkan tentang buruk dan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia, Andri Rizki Putra kemudian menceritakan pengalamannya selama dia bersekolah. Pertengahan 2006 adalah masa penting dalam hidup Rizki, saat itu dia duduk di bangku SMP kelas 3 dan sedang menjalani Ujian Nasional. Rizki mendapati bahwa sistem ujian nasional di sekolah buruk, para guru seperti sengaja menutup mata terhadap anak-anak yang menyontek dan malah ada yang memberikan kunci jawaban lewat SMS.

Keinginannya untuk melapor pada Kepala Sekolah dihalang-halangi oleh beberapa guru, dan keinginannya untuk melaporkan ke Indonesia Corruption Watch (ICW) serta mengekspos ke media dicegah oleh orang-orang terdekatnya. Rizki sangat kecewa hingga mengurung diri di kamar dan enggan keluar rumah. Rizki lalu diterima di SMA unggulan, mendapat beasiswa prestasi, dan mencetak nilai tertinggi. Tapi dia sudah terlanjur merasa kecewa dengan sistem pendidikan formal di Indonesia dan memutuskan untuk berhenti di bulan kedua masuk SMA. Menurutnya, pendidikan adalah media untuk membentuk karakter manusia menjadi lebih baik. Jika pendidikan didasarkan oleh praktik kecurangan dan ketidakjujuran, maka makna pendidikan itu sudah tidak ada artinya lagi.

Rizki putus sekolah formal pada jenjang SMA dikarenakan rasa marahnya atas penyelenggaran ujian nasional yang penuh praktik kebocoran. Sewaktu putus sekolah, Rizki memutuskan belajar otodidak dan mengikuti pendidikan kesetaraan Paket C atau setara SMA. Dengan metode pendidikan yang dipilihnya, Rizki berhasil menyelesaikan pendidikan setara SMA nya dalam waktu satu tahun (akselerasi).

“Tidak ada kata terlambat untuk belajar”, Rizki meyakinkan peserta Life Skills, dengan mencontohkan siswa binaannya yang awalnya hanya seorang pembantu rumah tangga. Namun berangkat dari tekad yang kuat, siswa binaannya tersebut dapat melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan sedang menempuh kuliah Strata 1. Dan saat ini siswa binaannya itu bila ditanya tentang cita-cita, dia dapat menjelaskan apa yang akan dicapainya dimasa depan. Dan bila diajak bicara pun siswa binaannya itu sudah tidak seperti teman-temannya yang lain yang masih menjadi pembantu rumah tangga. Hal ini meyakinkan Rizki bahwa pendidikan merubah pola pikir seseorang menjadi lebih baik dan berkualitas.

Kunci Sukses menurut Rizki ada tiga, Jangan baper, move on dan maafkan, serta be sincere (jangan menyerah). “keputusan yang kita ambil tidak selalu diapresiasi baik oleh orang lain”, tambah Rizki. Dan Rizki yakin, figur yang dibutuhkan dunia saat ini bukanlah  mereka yang berpengetahuan luas atau memiliki ide cemerlang. Namun mereka yang dapat merealisasikan pengetahuan dan idenya menjadi nyata, di implementasikan dan dapat dirasakan manfaatnya untuk orang banyak. Abd/RJK

Friday, January 15, 2016

Andri SM Daulay : Saya adalah orang yang selalu berusaha mengalahkan diri sendiri

“Apabila ditanya tentang siapa saya, maka biasanya saya menjawab, Saya adalah orang yang selalu berusaha mengalahkan diri sendiri”, demikian secara singkat untuk menggambarkan sosok bapak Andri SM Daulay, saat mengisi materi Life Skills di SMA Lazuardi GIS Depok, Rabu (12/1/2016).


Tidak seperti biasanya performance Life Skills ditampilkan diawal, dengan lead guitars Achmad Zidane As Syauqi dari kelas 11 IPA 1 dan tandem vokalis-nya Muhammad Arkan Kuswijayanto juga dari kelas yang sama. Mereka membawakan lagu Love Yourself dari Justin Bieber.

Setelah itu acara inti Life Skills dimulai dengan pemaparan perjalanan kisah sukses bapak Motivator kita, Andri SM Daulay, “Saat muda adalah saat banyak mimpi yang ingin dicapai, membahagiakan orang tua, keluarga dan saudara-saudara terdekat.”, ungkapnya dengan antusias.




Beliau lahir dan besar di kota Medan, yang kata banyak orang adalah Pusat Kota Melayu, sebuah kota yang Multi Etnis, karena disana berkumpul etnis Melayu, Karo, Tapanuli Selatan, Tapanuli tengah, Toba, Simalungun, Dairi, Nias, Jawa, Aceh, Minang, India, Tiongkok dan Arab. Namun beliau merasa, walaupun tinggal di kota yang Multi Etnis, yang harusnya bisa membuat pribadinya menjadi lebih fleksibel ternyata tidak.

Tetapi semua itu berubah setelah beliau bertemu dengan guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Medan, “dulu saya tidak suka dengan pelajaran Bahasa Inggris, tapi di SMA saya ketemu guru Bahasa Inggris yang ok…” tandas beliau yang saat masih sekolah senang dengan kegiatan OSIS, Pramuka, PHBI, dan nge-Band. Dengan pembawaan dan metode pembelajarannya yang sangat menginspirasi, akhirnya Andri SM Daulay remaja tertarik dengan bahasa Inggris bahkan setelah itu meminta kepada orang tuanya untuk les Bahasa Inggris.

Dengan bahasa Inggris yang mumpuni akhirnya muncul kepercayaan diri dari seorang Andri SM Daulay dan membuatnya lebih fleksibel dalam bergaul dan bertutur kata.  “Bahkan kini banyak yang salah sangka dengan asal daerah saya, karena logat bataknya sudah tidak nampak kecuali dimunculkan secara sengaja.” tambah beliau yang merupakan lulusan Universitas Andalas-Padang Sumatera Barat, jurusan Ekonomi untuk gelar sarjananya dan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk gelar Magister Managementnya.




Dengan pembawaannya yang menyenangkan, ringan dan banyak mengundang gelak tawa, peserta Life Skills dapat mengambil kiat-kiat sukses seorang Andri SM Daulay. Sukses itu menurut beliau yang pertama, memiliki Kompetensi yang tinggi agar kemampuannya diakui oleh banyak orang. Kedua, harus bisa berkomunikasi dengan baik, untuk bisa menyampaikan gagasan dan keinginan yang dimiliki. Ketiga, kemampuan memanage Self Talk dengan efektif, agar karakter yang muncul bersamaan dengan alam bawah terkontrol dengan baik. Abd/RJK

Tuesday, December 08, 2015

LazNews November 2015



Dapat pula didownload tulisan lengkapnya Disini

Thursday, November 12, 2015

Subiakto Priosoedarsono : “Segala sesuatu berawal dari ide”

Foto 1, Subiakto Priosoedarsono

"Perkenalkan nama saya Subiakto Priosoedarsono. Saya berprofesi sebagai Brand Builder sejak tahun 1969 sampai sekarang. jadi saya sudah menggeluti bidang ini sudah hampir 46 tahun” demikian kata Bapak Subiakto saat mulai mengisi materi Life Skills kepada para siswa SMA Lazuardi GIS di Depok, Selasa (10/11/2015).

Sebelum acara Life Skills dilanjutkan kembali, ada performance dari siswa kelas 11 Social, yang dibawakan oleh Mahdi Bilfaqih (guitar), Deandra Diffa Aisyah (guitar), dan Thahirah Atika Putri sebagai vokalisnya, membawakan lagu Tears in Heaven – dari Eric Clapton.
Foto 2, Performance Siswa SMA Lazuardi GIS

Pak Subiakto, pakar Branding di Indonesia, sempat merasakan kebingungan saat mau memulai acara Talk Show Life Skills karena audience-nya adalah siswa/i SMA. Setelah menyaksikan performance Pak Subiakto menjelaskan hubungan Brand dengan Produk, “Brand itu seperti puncak gunung es, yang muncul kepermukaan adalah logo, slogan, Merk, atau pun produk. Dan dibawahnya ada team kreatif yang bekerja untuk membangun Brand tersebut eksis dan terkenal” tegasnya, yang pernah mengecap kuliah di ITB dan Sekolah Tinggi Seni Rupa Jakarta yang merupakan cabang dari IKIP Rawamangun, Jakarta.

Beliaupun menjelaskan sejarah dirinya yang cukup lama bergelut dibidang Branding, dan istilah Branding menurutnya baru muncul pada awal tahun 2000-an, karena sebelumnya tidak ada. Dan Branding bukan hanya sekedar logo, Iklan, Slogan, Packaging, Display, Pameran, hadiah, ataupun bonus tapi Brand adalah ikatan emosi antara produk anda dan konsumen. dan itu sangat penting dikembangkan di Indonesia, karena “Indonesia adalah masyarakat yang sloganistik”, tutur bapak Subiakto, Pakar Branding yang banyak melahirkan slogan-slogan iklan terkenal seperti Ligna “Kalau Sudah Duduk, Lupa Berdiri”, Polytron “The Winning Theme”, Digitec “Memang Moi”, Engran “Sarapan Kedua”, Kopi Gelatik, KingKong Obat Nyamuk “Kingkong Lo Lawan”, Mayora Permen Kopiko “Gantinya Ngopi”.

Saat ada siswa yang bertanya tentang ide-ide keatif bapak Subiakto, beliau menjawab dengan enteng, “Segala sesuatu berawal dari ide” dan beliau menjelaskan lebih jauh bahwa ide itu lahir dari pengalaman. selain pengalaman juga harus diimbangi dengan research dan referensi yang aplikatif agar Branding yang dibuat bisa komunikatif, ujar beliau yang pernah menjabat sebagai Campaign Director, Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode tahun 2004-2009 dengan tagline “Bersama Kita Bisa”.

Tepuk tangan meriah utk Pak Subiakto dari siswa2 SMA Lazuardi setelah mereka tahu bahwa Pak Subiakto adalah yg menciptakan Permen KOPIKO. “ide KOPIKO sebenernya dari bahasa madura yang suka menyebut kopi dengan PIKOPI dek, tapi saya takut kualat dengan orang madura, maka dirubah menjadi KOPIKO”
Foto 3, Terima Kasih Pak Subiakto

Terakhir bapak Subiakto yang saat ini masih aktif menjabat di Ketua Perkumpulan RumahUKM, Chairman PT. Brand In Action (d’Brand) dan juga Direktur Utama PT. Hotlinetama Sarana (Hotline Advertising), mengajak kepada seleuruh peserta Life Skills SMA Lazuardi GIS untuk selalu kreatif dan berorientasi ke masa depan, karena menurutnya, “Indonesia bisa maju kalau mentalnya sudah dirubah, tidak selalu menganggap orang Arab itu suci, Orang bule itu pinter, orang Cina itu kaya”. Maksudnya adalah hambatan-hambatan yang sifatnya internal kadang itu faktor penentu susahnya bangsa Indonesia untuk maju, padahal secara kemampuan dan potensi bangsa Indonesia tidak kalah dengan SDM dari luar negeri. Abd/RJK

Wednesday, November 11, 2015

Peace-maker Conference 2015

Mulai 27 hingga 31 oktober 2015 kami mendapat undangan untuk berpartisipasi dalam peace-maker conference di Singapore. Peace-maker conference adalah konferensi yang diinisiasi oleh gabungan pengacara negara (State Court) di Singapore. Chairman-nya adalah Aloysius Goh yang pada 2014 lalu menjadi Outstanding Lawyer dalam Open Category di State Court. Konferensi ini bertujuan agar semua siswa menjadi duta perdamaian di sekolah dan juga dimana ia tinggal.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Singapore adalah salah satu negara yang terdepan dalam bidang science. Menurut sumber dari sebuah forum di kaskus.co.id yang berjudul ‘Ranking sistem pendidikan di Dunia tahun 2015’ Singapore menduduki peringkat pertama dari 72 negara yang telah di teliti menggunakan teknik PISA. PISA sendiri adalah Program for International Student Assessment, yaitu penilaian tingkat dunia yang diselenggarakan tiga-tahunan, untuk menguji performa akademis anak-anak sekolah yang berusia 15 tahun, dan penyelenggaraannya dilaksanakan oleh OECD. Tujuan dari studi PISA adalah untuk menguji dan membandingkan prestasi anak-anak sekolah di seluruh dunia, dengan maksud untuk meningkatkan metode-metode pendidikan dan hasil-hasilnya. Finlandia, yang selama 14 tahun terakhir selalu menjadi peringkat pertama harus tergeser menjadi peringkat 6. Indonesia? Sepertinya kita harus kerja keras menyusul perolehan nilai Singapore atau bahkan Vietnam yang ada di peringkat 11. Indonesia berada diperingkat 69. Hanya lebih baik dari Botswana (ada yang yang pernah dengar nama negaranya?) yang ada di peringkat 70. Miris bukan!

Selama konferensi yang berlangsung 3 hari, siswa diajarkan banyak hal. Misalnya bagaimana menyelesaikan sebuah konflik, baik konflik dirumah antar kakak-adik, antar teman, atau bahkan antar tetangga. Selain itu juga ada materi tentang bagaimana meredam emosi, materi tentang bagaimana menjadi seorang mediator yang baik, tugas-tugas mediasi dan bagaimana menyelesaikan masalah menjadi win-win solution. Abdul Hafiidh dan Aszahra Bremi merasakan sekali manfaat dari kegiatan ini. Mereka mengatakan bahwa setelah mengikuti kegiatan ini mereka menjadi seseorang yang lebih bijak dalam menghadapi permasalahan dan mempermudah dalam sosialisasi dan menghilangkan rasa canggung dalam berkomunikasi dengan orang lain. Berbeda dengan Abdul Hafiidh, Aszahra mengatakan bahwa manfaat mengikuti konferensi ini baginya adalah menjadi semakin paham bagaimana cara menyelesaikan masalah, karena sebelumnya ia sedikit cuek terhadap sebuah masalah. Selain itu juga menjadi lebih sabar dalam menangani orang yang berkonflik, semakin bisa mengenal karakter dan kebiasaan orang lain , serta tentu saja menambah teman baru.

Alhmdulillah, dari lima kategori yang dilombakan di peace-maker conference, SMA Lazuardi menyabet 4 kategori yaitu outstanding participant atas nama Thalianabila, best group atas nama Abdul Hafiidh, Aszahra Bremi, M. Dhaffa, Alif Bagus, dan Dwiyasni Mauriquemas. Bahkan dua nama terakhir juga menjadi the best mediator di acara peace-maker. Selain itu, SMA Lazuardi menjadi the best school juga mengalahkan 4 sekolah lain yang berasal dari Singapore seperti Yinshun Town Socondary School (tuan rumah) dan Commenwealth School.

Hal ini patut kita banggakan, bahwa ternyata pelajar Indonesia juga bisa lebih unggul dari pelajar Singapore yang katanya menduduki peringkat 1 untuk sistem pendidikannya . Bagaimana menurut Anda?

Wednesday, October 07, 2015

Faza Meonk : "Kita Harus Punya Ikon Baru untuk Menggantikan Era Si Unyil dan Si Komo"

Faza Ibnu Ubaydillah Salman, atau yang lebih dikenal dengan nama Faza Meonk, adalah seorang visual entertainer–ia lebih suka disebut demikian daripada disebut komikus–yang melahirkan karakter fiksi terkenal: si Juki. Dan Si Juki sedang dikembangkan untuk menjadi sebuah ikon di Indonesia. Faza menyatakan bahwa terakhir kali Indonesia mempunyai ikon adalah pada masa si Unyil dan si Komo. ”Memang si Unyil sebuah ikon yang bagus, tetapi itu sudah lama. Harus ada semacam regenerasi seperti Malaysia yang sekarang mempunyai Upin dan Ipin,” katanya saat mengisi materi Life Skills kepada para siswa SMA Lazuardi GIS di Depok, Selasa (6/10/2015).

Saat ini Indonesia ikon nya sudah hilang, dulu kita punya Si Unyil dan Si Komo tapi anak-anak sekarang sudah lupa dan digantikan oleh Doraemon, Sinchan ikon dari Jepang atau ikon dari Amerika Serikat seperti Spiderman, Superman atau superhero yang lainnya. Dan Juki menawarkan alternatif dan semoga bisa diterima oleh anak-anak Indonesia, karena jalan ceritanya mengambil dari keseharian anak-anak Indonesia, tentang sekolah ataupun kenakalan-kenakalan khas anak Indonesia.

Life Skills minggu ini terasa berbeda karena MC dibawakan oleh siswa, yaitu Ali Reza dan Chaidar,  yang biasanya dibuka oleh perwakilan guru. Secara bergantian mereka tandem sahut menyahut memanage acara, mengomentari dan menanyakan baik kepada narasumber maupun kepada audience.Sehingga acara Life Skills pun jadi lebih hidup dan penuh gelak tawa.

Dengan teknik yang seperti sedang diskusi dan wawancara Kak Faza, menjelaskan sejarah awalnya dia terjun sebagai komikus lalu menjadi visual entertainer.  “Saya bukan hanya seorang komikus tapi juga visual entertainer yang bertujuan untuk menghibur banyak orang tidak hanya dengan media komik saja, tapi semua media yang bisa digunakan untuk menghibur,” tambah Faza Meonk bekas jebolan Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta, Fakultas Desain Komunikasi Visual.

Saat ada siswa bertanya bagaimana proses kreatif seorang Faza dalam membuat komik dan melancarkan ide-ide ceritanya. Kak Faza menjelaskan bahwa kita harus membuat cerita dulu baru buat animasinya dan untuk bisa mengalirkan ide-ide kreatif biar tidak mandek, maka kita harus sering keluar dari rutinitas, “itu bisa bikin saya fresh, ngobrol ama tukang ojek, sama kernet atau sopir metromini, ngobrol dengan orang yang berbeda dengan teman-teman seprofesi dan yang lebih menginspirasi itu membaca referensi lebih banyak dan berbeda dari hobi dan kebiasaan kita.” tandasnya.

Sebelum acara Life Skills dimulai, ada performance dari siswa kelas 11, yang dibawakan oleh Ijlal (drum/cajon), Dyaz (guitar), Dhigan (Bass), Arsy (piano dan saxophone) dan Thalia sebagai vokalisnya, membawakan lagu Omen – dari band Disclosure. Maka untuk menutup acara pun mereka kembali pentas menyanyikan sebuah lagu lagi, This Love besutan dari Band Amerika, Maroon 5. Abd/RJK

Friday, October 02, 2015

LazNews September 2015


Download Tulisan Lengkapnya di sini

Wednesday, September 30, 2015

Haekal Husein : "Komunikasi yang Baik adalah Apabila Kita Telah Berhasil Mengikat Hubungan Antar Sesama Manusia"

Tak kenal maka tak sayang, dapat diartikan, kita tidak akan bisa saling sayang-menyayangi bila tak kenal satu dengan yang lain. Untuk bisa saling kenal maka diperlukan komunikasi yang baik dan intens, “Komunikasi yang baik adalah apabila kita telah berhasil mengikat hubungan antar sesama manusia (a science of community ) dan memperluas wawasan individual kita,” demikian ucap Ustadz Haekal, Wakil Kepala Sekolah Bidang Keagamaaan di SMA Lazuardi GIS saat mengisi acara Apel Pagi, Senin (28/9/2015).

Lebih lanjut ustadz Haekal mengutip Martin Buber, seorang filsuf eksistensialisme asal austria, untuk menjelaskan komunikasi yang baik, ”Jadi ada pertemuan yang hanya sekedar pertemuan biasa saja, seperti bertemunya ibu dengan tukang sayur di pinggir jalan di depan rumahnya atau pertemuan kita dengan teman yang ada di kendaraan umum yang satu barisan kursi,” namun dalam komunikasi yang berkesan harus ada pertemuan yang melibatkan seluruh diri kita, seluruh pribadi kita, bukan pertemuan luar saja, tetapi pertemuan dengan seluruh pribadi kita. itulah komunikasi yang sesungguhnya, pertemuan yang bisa melakukan perubahan dalam diri bahwa orang yang berkomunikasi tersebut. “Dan Buber mengatakan pertemuan yang mengubah diri kita betapapun pendeknya adalah begegnung pertemuan yang selintas itu adalah vergegnung, boleh jadi ada suami istri yang selama ini pertemuannya adalah pertemuan vergegnung dan bukan pertemuan begegnung,” tambah Ustadz Haekal yang pernah menyelesaikan Pendidikan Strata 1-nya di Damascus University pada tahun 1998.

Disela-sela penjelasannya Ustadz Haekal menayangkan cuplikan-cuplikan video yang menggugah audiens Apel Pagi, salah satunya adalah cuplikan video petinju legenderis, Muhammad Ali. Figur ini sengaja ditayangkan untuk memberikan teladan bagi kita semua tentang perjuangan seorang kulit hitam yang ingin diakui kehormatannya sebagai manusia. Petinju “bermulut besar” ini adalah seorang atlit yang intelektual, karena walaupun petinju, beliau selalu menyuarakan tentang persamaan dan kesetaraan antara kulit hitam dan kulit putih.

“Hal ini dilakukan Muhammad Ali karena beliau terinspirasi dengan keteladanan dan ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW,” lanjut Ustadz Haekal, yang selain sebagai guru Agama Islam di SMA Lazuardi GIS beliau juga aktif dalam pengajian-pengajian di sekitar tempat tinggalnya-, memberikan penjelasan. Menurut Rasulullah saw, kita disebut kafir kalau kita memerangi sesama kita, kalau kita saling memukul kuduk-kuduk kita. Dahulu, Rasulullah saw mendefinisikan orang yang tidak beriman sebagai orang yang tidak mendatangkan kedamaian kepada sesama manusia; atau orang yang tidak peduli dengan penderitaan sesamanya, yang tidur kenyang sementara tetangganya kelaparan di sampingnya;  atau orang yang suka memaki, melaknat, berkata kasar, dan menusuk hati sesama saudaranya. Rasulullah saw mendefinisikan kekafiran dan ketidakberimanan sebagai akhlak yang buruk.

Maka tidak ada jalan lain yang lebih indah dengan semua banyak perbedaan diantara seluruh umat manusia, kecuali Toleransi. Agar kita sebagai makhluk Tuhan di muka bumi ini bisa hidup aman dan damai tanpa ada friksi berdarah, sentimen rasis atau konflik ideologi berkepanjangan. hal ini sesuai dengan ajaran Islam yang “rahmatan lil ‘alamin”, kasih sayang untuk seluruh umat manusia, bukan “rahmatan lith-thai-ifiyyin” (yang kasih sayangnya hanya untuk kelompok kita saja).

Marilah kita gemakan pesan Allah dan Nabi ini kepada seluruh ummat manusia, dengan cara kita buktikan kasih sayang kita kepada sesama manusia untuk tidak menyakiti siapapun apapun mazhabnya dan apapun golongannya, apapun status ekonominya karena Allah telah memuliakan semuanya laqod karromna bani adama, marilah kita hidup dengan menebarkan kasih sayang dan saling perduli antara satu dengan yang lainnya. Abd/RJK