Friday, September 09, 2016
Praktikum Biologi : Fermentasi Alkohol
Kegiatan praktikum memang selalu ditunggu oleh siswa. Contohnya, praktikum fermentasi alkohol yang dilakukan oleh siswa kls XII IPA Sma Lazuardi hari ini. Dari merakit peralatannya sampai mengamati prosesnya mereka lakukan dengan antusias. Coba kalau cuma di kelas membahas reaksi kimia dari fermentasi..pasti bete..tapi kalau dengan praktik lebih mudah memahami prosesnya karena melihat langsung buktinya..
Reuni Akbar Perdana SMA Lazuardi GIS, 3 September 2016
Akhirnya #ReuniAkbar #SMALazuardiGIS Perdana terselenggara sudah. Terima kasih bagi yang sudah hadir & berpartisipasi kemarin. Terima kasih kepada angkatan 10 #voxferition yang sudah merancang acara ini walaupun dengan waktu yang mepet. Semoga rencana pembentukan#IkatanAlumniLazuardi dapat terealisasi segera & memberikan banyak kontribusi bagi Sekolah dan juga Lazuardians semua.
Thank you for coming guys, You're Rock! See you next big event!
Thank you for coming guys, You're Rock! See you next big event!
Monday, September 05, 2016
Program Donasi Sswa Asrama
Alhamdulillah minggu ini diawali dengan laporan Pemberian Donasi dari para siswa/I asrama ke Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Bina Attaufiq Atap Yatim.
Semoga membawa manfaat dan keberkahan yaa.
Friday, August 26, 2016
Coffee Morning
SMA & SMK Lazuardi GIS memiliki program Coffee Morning yang diperuntukkan untuk guru dan karyawan.
Pelaksanaan Coffe Morning dilaksanakan setiap hari Jumat pagi di akhir bulan.
Nah, Coffee Morning tanggal 26 Agustus 2016 ini diisi oleh Habieb Haekal Husein (Guru Agama SMA & SMK Lazuardi GIS) mengenai Keluarga Yang Barokah.
Habieb Haekal Husein menyampaikan beberapa hal, diantaranya adalah:
- Dalam mencari pasangan, perlu Kafa’ah (Kesepadanan) dalam keagamaan.
- Perlu saling mengenal pasangannya.
- Menjaga kesucian (keterjagaan dari dosa) dengan kehadiran pasangan.
- Ikatan lahir batin dengan pasangan (mirip kalimat tauhid).
- Senantiasa cenderung kepadanya.
- Merasakan ketentraman dengan kehadiran pasangan.
Monday, March 21, 2016
Masih Dibuka Pendaftaran Siswa/i Baru Gelombang Ketiga
SMA Lazuardi Islamic School Membuka Pendaftaran Gelombang Ke-3
Ayo Buruan Daftar Sebelum Ketinggalan
Tempat Terbatas...!!!!!
Info lebih lanjut dapat langsung Menghubungi Tlp dan Email di Atas. Terimaksih
Ayo Buruan Daftar Sebelum Ketinggalan
Tempat Terbatas...!!!!!
Info lebih lanjut dapat langsung Menghubungi Tlp dan Email di Atas. Terimaksih
Thursday, March 17, 2016
Anrio Mafrizal : ”Ikhlas ataupun tidak ikhlas toh kita sudah ada disini, maka lebih baik memilih ikhlas”
Anrio Mafrizal atau yang lebih akrab disapa kak Rio mengingatkan kepada guru-guru selama dua jam kedepan untuk ikhlas. Di hari sabtu yang biasanya libur dan mungkin sudah ada yang punya agenda untuk pergi bersama keluarga, menurut beliau, ikhlas adalah pilihan terbaik ketika jasad sudah hadir disuatu tempat. ”Ikhlas ataupun tidak ikhlas toh kita sudah ada disini, maka lebih baik memilih ikhlas”, ungkap kak Rio saat mengisi materi Mental Coaching Character for Teachers di SMA Lazuardi GIS Depok, Sabtu (27/2/2016).
Keikhlasan dapat dilihat dari dua respon, secara lisan dan gesture (bahasa tubuh). Mungkin kita bisa memanipulasi jawaban lisan saat ditanya orang lain, namun gesture sulit dimanipulasi. Dan orang lain bisa membaca dengan mudah. Maka kita harus melatih rasa ikhlas, agar kita bisa lebih bahagia dalam menjalani hari.
Sesuai dengan tema yang beliau bawa, “Good Education Requires Good Teacher”, Kak Rio memulai dengan dua kata yang sering muncul saat seorang guru masuk kelas, kata Berat dan kata Ringan. “apakah setiapkita masuk kelas langkah kaki kita terasa berat atau ringan?” Tanya kak Rio yang berpengalaman di bidang konsultan dan Psikolog dan pernah menjadi Director of Nine B Training & Counseling Center.
Bila berat mengapa dan bila ringan mengapa, adalah sebuah kondisi yang harus disiasati dan dipahami dengan baik. Kalau suatu ketika kita pernah merasakan ringan dalam mengajar, mengajar berat bukanlah suatu kondisi yang harus ditakuti dan terus menghantui. Kalaupun masalahnya bukan masalah pribadi, dan kelas yang jadi alasan, maka kelas yang dianggap “berat” itupun pasti ada solusi yang bisa diterapkan.
Solusi dari kak Rio, yang juga seorang Penggagas Ego State Therapy by Online, untuk kesiapan guru yang akan mengajar, entah itu masuk ke dalam kelas yang “berat” ataupun “ringan adalah, tiga hal yaitu kesiapan Media, Content dan Deliver. Harus disiapkan dengan baik ketiga hal tersebut jangan sampai terlewat saat akan mengajar. Kalaupun dalam perjalanan seorang guru agak kurang dalam tiga hal tersebut, namun dengan seiring berjalannya waktu, maka seorang guru akan bisa mendekati kesempurnaan. Apalagi, bila guru tersebut memiliki semangat untuk upgrade dan cinta terhadap profesinya. Kak Rio menekankan beberapa hal, “Metode itu lebih penting dari materi pelajaran, tapi dibandingkan materi pelajaran, Guru itu lebih penting, namun dibandingkan dengan guru, ruh guru itu jauh lebih penting. Dan Guru di kelas harus hadir, baik itu jasadnya maupun ruhnya. Jangan sampai ada guru yang jasadnya disekolah namun ruhnya ditempat lain”, tandasnya.
Dalam sesi training guru yang singkat namun bermakna ini, Kak Rio pun mengingatkan kepada kita agar memahami konsep rezeki Allah SWT itu dengan baik. Rezeki menurut beliau bukan sekedar gaji bulanan, ada hal lain yang harus dipahami dari rezeki. Bila kita sebagai guru mengajar secara maksimal dan all out, namun digaji kurang dari itu, maka menurut beliau kekurangan gaji itu akan diganti oleh Allah SWT dengan rezeki yang tidak diduga-duga, seperti keluarga yang selalu sehat, anak yang shaleh atau shalehah, pintar dan menyenangkan hati orang tua, itu adalah sekelumit rezeki yang harus juga disadari dan disyukuri. Namun bila ada guru yang mengajar malas-malasan dan tidak maksimal, namun digaji besar dan tidak sesuai dengan kompetensi, maka mungkin bisa saja Allah SWT akan mengurangi rezeki yang didapatnya, entah itu dengan tubuhnya yang sakit-sakitan, atau ada keluarganya yang sakit dan membutuhkan biaya banyak, anak yang susah diatur, dan selalu mengecewakan orang tuanya atau mertua yang selalu merongrong.
Maka solusi dari masalah yang kita hadapi menurut Kak Rio adalah kita harus memilih antara solusi terbaik atau solusi terenak. Kadang kita selalu memilih solusi terenak yang sifatnya jangka pendek, padahal kalau kita memilih solusi terbaik maka hal tersebut akan kita rasakan secara jangka panjang.
Kak Rio diakhir selalu menekankan bahwa kita sebagai manusia adalah ruh, adalah khalifah, adalah pengendali. “Anda bukan hanya jasad, anda juga terdiri dari ruh”, tutur kak Rio. Maka pilihlah solusi terbaik yang memberdayakan, jangan memilih solusi yang cenderung menghancurkan. Abd/RJK
Keikhlasan dapat dilihat dari dua respon, secara lisan dan gesture (bahasa tubuh). Mungkin kita bisa memanipulasi jawaban lisan saat ditanya orang lain, namun gesture sulit dimanipulasi. Dan orang lain bisa membaca dengan mudah. Maka kita harus melatih rasa ikhlas, agar kita bisa lebih bahagia dalam menjalani hari.
Sesuai dengan tema yang beliau bawa, “Good Education Requires Good Teacher”, Kak Rio memulai dengan dua kata yang sering muncul saat seorang guru masuk kelas, kata Berat dan kata Ringan. “apakah setiapkita masuk kelas langkah kaki kita terasa berat atau ringan?” Tanya kak Rio yang berpengalaman di bidang konsultan dan Psikolog dan pernah menjadi Director of Nine B Training & Counseling Center.
Bila berat mengapa dan bila ringan mengapa, adalah sebuah kondisi yang harus disiasati dan dipahami dengan baik. Kalau suatu ketika kita pernah merasakan ringan dalam mengajar, mengajar berat bukanlah suatu kondisi yang harus ditakuti dan terus menghantui. Kalaupun masalahnya bukan masalah pribadi, dan kelas yang jadi alasan, maka kelas yang dianggap “berat” itupun pasti ada solusi yang bisa diterapkan.
Solusi dari kak Rio, yang juga seorang Penggagas Ego State Therapy by Online, untuk kesiapan guru yang akan mengajar, entah itu masuk ke dalam kelas yang “berat” ataupun “ringan adalah, tiga hal yaitu kesiapan Media, Content dan Deliver. Harus disiapkan dengan baik ketiga hal tersebut jangan sampai terlewat saat akan mengajar. Kalaupun dalam perjalanan seorang guru agak kurang dalam tiga hal tersebut, namun dengan seiring berjalannya waktu, maka seorang guru akan bisa mendekati kesempurnaan. Apalagi, bila guru tersebut memiliki semangat untuk upgrade dan cinta terhadap profesinya. Kak Rio menekankan beberapa hal, “Metode itu lebih penting dari materi pelajaran, tapi dibandingkan materi pelajaran, Guru itu lebih penting, namun dibandingkan dengan guru, ruh guru itu jauh lebih penting. Dan Guru di kelas harus hadir, baik itu jasadnya maupun ruhnya. Jangan sampai ada guru yang jasadnya disekolah namun ruhnya ditempat lain”, tandasnya.
Dalam sesi training guru yang singkat namun bermakna ini, Kak Rio pun mengingatkan kepada kita agar memahami konsep rezeki Allah SWT itu dengan baik. Rezeki menurut beliau bukan sekedar gaji bulanan, ada hal lain yang harus dipahami dari rezeki. Bila kita sebagai guru mengajar secara maksimal dan all out, namun digaji kurang dari itu, maka menurut beliau kekurangan gaji itu akan diganti oleh Allah SWT dengan rezeki yang tidak diduga-duga, seperti keluarga yang selalu sehat, anak yang shaleh atau shalehah, pintar dan menyenangkan hati orang tua, itu adalah sekelumit rezeki yang harus juga disadari dan disyukuri. Namun bila ada guru yang mengajar malas-malasan dan tidak maksimal, namun digaji besar dan tidak sesuai dengan kompetensi, maka mungkin bisa saja Allah SWT akan mengurangi rezeki yang didapatnya, entah itu dengan tubuhnya yang sakit-sakitan, atau ada keluarganya yang sakit dan membutuhkan biaya banyak, anak yang susah diatur, dan selalu mengecewakan orang tuanya atau mertua yang selalu merongrong.
Maka solusi dari masalah yang kita hadapi menurut Kak Rio adalah kita harus memilih antara solusi terbaik atau solusi terenak. Kadang kita selalu memilih solusi terenak yang sifatnya jangka pendek, padahal kalau kita memilih solusi terbaik maka hal tersebut akan kita rasakan secara jangka panjang.
Kak Rio diakhir selalu menekankan bahwa kita sebagai manusia adalah ruh, adalah khalifah, adalah pengendali. “Anda bukan hanya jasad, anda juga terdiri dari ruh”, tutur kak Rio. Maka pilihlah solusi terbaik yang memberdayakan, jangan memilih solusi yang cenderung menghancurkan. Abd/RJK
Thursday, February 04, 2016
Monday, February 01, 2016
Andri Rizki Putra : Perubahan pola pikir dimulai dari pendidikan
“Indonesia adalah pasar potensial bagi negara ASEAN lainnya”, ungkap Andri Rizki Putra, pendiri dari Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), sebuah yayasan berbasis swadaya masyarakat untuk mereka yang putus sekolah dan ingin melanjutkan pendidikannya tanpa batas usia, dan pekerjaan secara gratis untuk siapa pun. ”Sudahkah kita siap menjelang MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN)”, tanyanya saat mengisi materi Life Skills di SMA Lazuardi GIS Depok, Rabu (18/1/2016).
Dengan penampilannya yang masih muda, tampan dan energik, Motivator muda kita ini tidak susah untuk menarik perhatian peserta Life Skills, sehingga penjelasan-penjelasannya yang lugas dapat diterima dengan baik. Dimulai dengan tantangan kedepan yang semakin kompetitif, Rizki mengajak setiap orang untuk peduli dengan pendidikan dan menurutnya, Pendidikan Indonesia masih rendah, hal ini bisa dilihat dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang masih rendah, hingga kualifikasi tenaga kerja Indonesia yang pergi ke luar negeri pun sebagian besar hanya jadi asisten rumah tangga dan tenaga kasar lainnya.
Untuk meyakinkan tentang buruk dan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia, Andri Rizki Putra kemudian menceritakan pengalamannya selama dia bersekolah. Pertengahan 2006 adalah masa penting dalam hidup Rizki, saat itu dia duduk di bangku SMP kelas 3 dan sedang menjalani Ujian Nasional. Rizki mendapati bahwa sistem ujian nasional di sekolah buruk, para guru seperti sengaja menutup mata terhadap anak-anak yang menyontek dan malah ada yang memberikan kunci jawaban lewat SMS.
Keinginannya untuk melapor pada Kepala Sekolah dihalang-halangi oleh beberapa guru, dan keinginannya untuk melaporkan ke Indonesia Corruption Watch (ICW) serta mengekspos ke media dicegah oleh orang-orang terdekatnya. Rizki sangat kecewa hingga mengurung diri di kamar dan enggan keluar rumah. Rizki lalu diterima di SMA unggulan, mendapat beasiswa prestasi, dan mencetak nilai tertinggi. Tapi dia sudah terlanjur merasa kecewa dengan sistem pendidikan formal di Indonesia dan memutuskan untuk berhenti di bulan kedua masuk SMA. Menurutnya, pendidikan adalah media untuk membentuk karakter manusia menjadi lebih baik. Jika pendidikan didasarkan oleh praktik kecurangan dan ketidakjujuran, maka makna pendidikan itu sudah tidak ada artinya lagi.
Rizki putus sekolah formal pada jenjang SMA dikarenakan rasa marahnya atas penyelenggaran ujian nasional yang penuh praktik kebocoran. Sewaktu putus sekolah, Rizki memutuskan belajar otodidak dan mengikuti pendidikan kesetaraan Paket C atau setara SMA. Dengan metode pendidikan yang dipilihnya, Rizki berhasil menyelesaikan pendidikan setara SMA nya dalam waktu satu tahun (akselerasi).
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar”, Rizki meyakinkan peserta Life Skills, dengan mencontohkan siswa binaannya yang awalnya hanya seorang pembantu rumah tangga. Namun berangkat dari tekad yang kuat, siswa binaannya tersebut dapat melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan sedang menempuh kuliah Strata 1. Dan saat ini siswa binaannya itu bila ditanya tentang cita-cita, dia dapat menjelaskan apa yang akan dicapainya dimasa depan. Dan bila diajak bicara pun siswa binaannya itu sudah tidak seperti teman-temannya yang lain yang masih menjadi pembantu rumah tangga. Hal ini meyakinkan Rizki bahwa pendidikan merubah pola pikir seseorang menjadi lebih baik dan berkualitas.
Kunci Sukses menurut Rizki ada tiga, Jangan baper, move on dan maafkan, serta be sincere (jangan menyerah). “keputusan yang kita ambil tidak selalu diapresiasi baik oleh orang lain”, tambah Rizki. Dan Rizki yakin, figur yang dibutuhkan dunia saat ini bukanlah mereka yang berpengetahuan luas atau memiliki ide cemerlang. Namun mereka yang dapat merealisasikan pengetahuan dan idenya menjadi nyata, di implementasikan dan dapat dirasakan manfaatnya untuk orang banyak. Abd/RJK
Dengan penampilannya yang masih muda, tampan dan energik, Motivator muda kita ini tidak susah untuk menarik perhatian peserta Life Skills, sehingga penjelasan-penjelasannya yang lugas dapat diterima dengan baik. Dimulai dengan tantangan kedepan yang semakin kompetitif, Rizki mengajak setiap orang untuk peduli dengan pendidikan dan menurutnya, Pendidikan Indonesia masih rendah, hal ini bisa dilihat dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang masih rendah, hingga kualifikasi tenaga kerja Indonesia yang pergi ke luar negeri pun sebagian besar hanya jadi asisten rumah tangga dan tenaga kasar lainnya.
Untuk meyakinkan tentang buruk dan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia, Andri Rizki Putra kemudian menceritakan pengalamannya selama dia bersekolah. Pertengahan 2006 adalah masa penting dalam hidup Rizki, saat itu dia duduk di bangku SMP kelas 3 dan sedang menjalani Ujian Nasional. Rizki mendapati bahwa sistem ujian nasional di sekolah buruk, para guru seperti sengaja menutup mata terhadap anak-anak yang menyontek dan malah ada yang memberikan kunci jawaban lewat SMS.
Keinginannya untuk melapor pada Kepala Sekolah dihalang-halangi oleh beberapa guru, dan keinginannya untuk melaporkan ke Indonesia Corruption Watch (ICW) serta mengekspos ke media dicegah oleh orang-orang terdekatnya. Rizki sangat kecewa hingga mengurung diri di kamar dan enggan keluar rumah. Rizki lalu diterima di SMA unggulan, mendapat beasiswa prestasi, dan mencetak nilai tertinggi. Tapi dia sudah terlanjur merasa kecewa dengan sistem pendidikan formal di Indonesia dan memutuskan untuk berhenti di bulan kedua masuk SMA. Menurutnya, pendidikan adalah media untuk membentuk karakter manusia menjadi lebih baik. Jika pendidikan didasarkan oleh praktik kecurangan dan ketidakjujuran, maka makna pendidikan itu sudah tidak ada artinya lagi.
Rizki putus sekolah formal pada jenjang SMA dikarenakan rasa marahnya atas penyelenggaran ujian nasional yang penuh praktik kebocoran. Sewaktu putus sekolah, Rizki memutuskan belajar otodidak dan mengikuti pendidikan kesetaraan Paket C atau setara SMA. Dengan metode pendidikan yang dipilihnya, Rizki berhasil menyelesaikan pendidikan setara SMA nya dalam waktu satu tahun (akselerasi).
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar”, Rizki meyakinkan peserta Life Skills, dengan mencontohkan siswa binaannya yang awalnya hanya seorang pembantu rumah tangga. Namun berangkat dari tekad yang kuat, siswa binaannya tersebut dapat melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan sedang menempuh kuliah Strata 1. Dan saat ini siswa binaannya itu bila ditanya tentang cita-cita, dia dapat menjelaskan apa yang akan dicapainya dimasa depan. Dan bila diajak bicara pun siswa binaannya itu sudah tidak seperti teman-temannya yang lain yang masih menjadi pembantu rumah tangga. Hal ini meyakinkan Rizki bahwa pendidikan merubah pola pikir seseorang menjadi lebih baik dan berkualitas.
Kunci Sukses menurut Rizki ada tiga, Jangan baper, move on dan maafkan, serta be sincere (jangan menyerah). “keputusan yang kita ambil tidak selalu diapresiasi baik oleh orang lain”, tambah Rizki. Dan Rizki yakin, figur yang dibutuhkan dunia saat ini bukanlah mereka yang berpengetahuan luas atau memiliki ide cemerlang. Namun mereka yang dapat merealisasikan pengetahuan dan idenya menjadi nyata, di implementasikan dan dapat dirasakan manfaatnya untuk orang banyak. Abd/RJK
Friday, January 15, 2016
Andri SM Daulay : Saya adalah orang yang selalu berusaha mengalahkan diri sendiri
Tidak seperti biasanya performance Life Skills ditampilkan diawal, dengan lead guitars Achmad Zidane As Syauqi dari kelas 11 IPA 1 dan tandem vokalis-nya Muhammad Arkan Kuswijayanto juga dari kelas yang sama. Mereka membawakan lagu Love Yourself dari Justin Bieber.
Setelah itu acara inti Life Skills dimulai dengan pemaparan perjalanan kisah sukses bapak Motivator kita, Andri SM Daulay, “Saat muda adalah saat banyak mimpi yang ingin dicapai, membahagiakan orang tua, keluarga dan saudara-saudara terdekat.”, ungkapnya dengan antusias.
Beliau lahir dan besar di kota Medan, yang kata banyak orang adalah Pusat Kota Melayu, sebuah kota yang Multi Etnis, karena disana berkumpul etnis Melayu, Karo, Tapanuli Selatan, Tapanuli tengah, Toba, Simalungun, Dairi, Nias, Jawa, Aceh, Minang, India, Tiongkok dan Arab. Namun beliau merasa, walaupun tinggal di kota yang Multi Etnis, yang harusnya bisa membuat pribadinya menjadi lebih fleksibel ternyata tidak.
Tetapi semua itu berubah setelah beliau bertemu dengan guru bahasa Inggris SMA Negeri 1 Medan, “dulu saya tidak suka dengan pelajaran Bahasa Inggris, tapi di SMA saya ketemu guru Bahasa Inggris yang ok…” tandas beliau yang saat masih sekolah senang dengan kegiatan OSIS, Pramuka, PHBI, dan nge-Band. Dengan pembawaan dan metode pembelajarannya yang sangat menginspirasi, akhirnya Andri SM Daulay remaja tertarik dengan bahasa Inggris bahkan setelah itu meminta kepada orang tuanya untuk les Bahasa Inggris.
Dengan bahasa Inggris yang mumpuni akhirnya muncul kepercayaan diri dari seorang Andri SM Daulay dan membuatnya lebih fleksibel dalam bergaul dan bertutur kata. “Bahkan kini banyak yang salah sangka dengan asal daerah saya, karena logat bataknya sudah tidak nampak kecuali dimunculkan secara sengaja.” tambah beliau yang merupakan lulusan Universitas Andalas-Padang Sumatera Barat, jurusan Ekonomi untuk gelar sarjananya dan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk gelar Magister Managementnya.
Dengan pembawaannya yang menyenangkan, ringan dan banyak mengundang gelak tawa, peserta Life Skills dapat mengambil kiat-kiat sukses seorang Andri SM Daulay. Sukses itu menurut beliau yang pertama, memiliki Kompetensi yang tinggi agar kemampuannya diakui oleh banyak orang. Kedua, harus bisa berkomunikasi dengan baik, untuk bisa menyampaikan gagasan dan keinginan yang dimiliki. Ketiga, kemampuan memanage Self Talk dengan efektif, agar karakter yang muncul bersamaan dengan alam bawah terkontrol dengan baik. Abd/RJK
























